Sabtu, 26 Januari 2013

APAKAH SEBENARNYA PENYEBAB BANJIR DI IBU KOTA DKI JAKARTA?

         Banjir. Mungkin bukanlah hal yang tabu bagi telinga para penduduk Ibu Kota . Banjir memang sudah menjadi langganan setiap tahunnya di Ibu Kota kita yang tercinta ini. Siklus banjir tahunan ini terakhir terjadi 5 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2007. Ibu Kota kita saat itu lumpuh total. Hampir seluruh akses jalan terendam banjir. Dan kejadian seperti itu kini terjadi kembali, tepatnya awal tahun 2013. Curah hujan yang cukup tinggi di DKI Jakarta tahun ini menyebabkan banjir di hampir seluruh wilayah Jakarta. Bahkan, Bundaran HI yang dikenal sebagai jantung Ibu Kota pun ikut menjadi sasaran banjir. Selama adanya Bundaran HI tersebut, barulah kali ini terendam banjir. Betapa parahnya Ibu Kota pada tanggal 17 Januari 2013 saat itu.




        Curah hujan yang cukup tinggi di setiap musim penghujan menyebabkan air hujan yang jatuh ke bumi khususnya di daerah DKI-Jakarta ini sudah tidak bisa ditampung lagi. Daerah-daerah resapan air yang seharusnya digunakan untuk menyerap air hujan yang jatuh, kini menjadi semakin minim saja. Daerah yang harusnya dijadikan resapan air kini sudah "disulap" menjadi komplek perumahan, apartemen, mall, dan gedung – gedung lainnya. Maka, kemana lagi si air hujan tersebut harus mengalir, sedangkan wilayah resapannyapun sudah menipis?
Seperti inilah penampakan daerah resapan air yang telat beralih fungsi sebagai wadah dibangunnya gedung-gedung yang menjulang tinggi :")



        Selain itu, banyak sekali para penduduk yang membangun rumah mereka di sembarang tempat salah satunya di bantaran kali. Ini adalah gambaran bagaimana rumah-rumah dibangun di bantaran kali, khususnya Ciliwung.



Sudah berbagai cara dilakukan para pemerintah untuk "mengusir" para pembuat rumah dibantaran kali tersebut, namun kesadaran mereka sendiri itulah yang amat sangat kurang. Seharusnya mereka sadar, apa yang mereka lakukan itu dapat merugikan diri mereka sendiri, terlebih lagi merugikan orang banyak. Setiap datangnya musim penghujan, rumah mereka itu pasti terendam banjir. Tetapi mereka tidak merasa jera, mereka tetap saja bertahan di sana.

          Di samping itu pula, sampah-sampah di bantaran kali Ciliwung tersebut amat sangat banyak. Mulai dari ranting-ranting pohon, sampah-sampah rumah tangga bahkan ada pula yang membuang kasur ke dalam kali tersebut.



          Nah, mereka baru merasakan dampaknya ya sekarang ini. Rumah mereka terendam banjir. Dan bahkan ada pula rumah mereka yang terbawa arus air hingga rata dengan tanah.

          Kurangnya kesadaran dari diri sendirilah yang menyebabkan kebanjiran itu sendiri. Andai kita sadar bahwa membangun rumah dibantaran kali dapat menyebabkan banjir, mungkin kita tidak akan melakukan hal yang demikian, seharusnya. Ya kita semua hanya bisa berdoa agar banjir serupa tidak terjadi lagi di tahun - tahun berikutnya. Aminnn :)


0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya.